CDMA vs GSM

Posted on

Dua teknologi ini adalah yang paling banyak digunakan sebagai sarana komunikasi tak hanya di tanah air, namun juga di seluruh dunia. Keduanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Secara teori teknologi CDMA digunakan pertama kali sekitar tahun 1940-an. Baru kemudian setelah 40 tahun kemudian secara komersial digunakan oleh masyarakat luas sebagai sarana komunikasi dengan dua alasan, yakni biaya produksi yang rendah serta kualitas sinyal yang bagus.

Sedangkan untuk GSM, sejatinya dibentuk pada tahun 1982. Baru kemudian pada tahun 1987 secara resmi GSM digunakan di 13 negara eropa sebagai sarana komunikasi. Hingga akhir 1993, jaringan GSM telah melingkupi lebih dari 200 negara dan lebih dari satu milyar pengguna.

Jangkauan (coverage)

CDMA sangat populer di Amerika, khususnya Amerika Utara dan beberapa negara di Asia. Di Indonesia sendiri, jangkauan CDMA hampir melingkupi seluruh wilayah CDMA. Namun yang perlu diperhatikan adalah teknologi CDMA di Indonesia menganut teknologi FWA (Fix Wireless Access), kemampuannya terbatas pada satu wilayah tertentu. Tapi ada dua operator CDMA yang memiliki lisensi mobile sehingga bisa dibawa ke mana saja selama masih terjangkau oleh jaringan operator tersebut layaknya operator GSM. Keterbatasan CDMA akan terasa ketika akan dibawa ke luar negeri, belum tentu di negeri tujuan sudah memiliki jaringan CDMA. Kalaupun ada, tentu jaringan yang digunakan juga berbeda seperti di Amerika Utara atau Jepang.

Frekuensi yang digunakan oleh GSM sangat beragam, mulai dari 800 MHz hingga 2100 MHz. Dengan beragamnya frekuensi yang digunakan tersebut, pengguna ponsel GSM tetap bisa menikmati komunikasi di manapun dia berada. Apalagi, saat ini ponsel baru dengan kelas new-entry minimal sudah dual-band, sehingga pelanggan dari berbagai kalangan bisa menikmati jaringan GSM. Jangkauan sinyal GSM sudah meliputi seluruh wilayah Indonesia, bahkan sudah menjangkau seluruh kecamatan di Indonesia. Bagi yang seing bepergian ke luar negeri, tidak perlu mengganti ponsel maupun operator. Saat ini operator di Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa operator luar negeri.

Transfer data

Bagi pengguna internet, CDMA bisa menjadi pilihan utama. Sebab, pada salah satu operator CDMA, kecepatan transfer datanya mencapai 384 kbps. Kecepatan ini menyamai kecepatan internet 3G untuk GSM. Sehingga pengguna bisa menikmati internet dengan kualitas 3G tanpa harus membeli handset 3G maupun modem 3G yang harganya lumayan mahal. Sama dengan 3G, bila dioptimalkan, CDMA bisa melakukan video streaming. Bahkan menonton siaran televisi online pun mudah dilakukan. Memang, pada awalnya CDMA bisa disebut dengan komunikasi murah, sehingga sebagian besar operator CDMA hanya terkonsentrasi penuh pada layanan voice.

Dengan hadirnya 3G dan HSDPA lebih meningkatkan kecepatan transfer data. Namun tidak semua wilayah di indonesia tercover oleh 3G atau HSDPA, hanya beberapa daerah tertentu saja misalnya ibukota propinsi dan kota besar lainnya. Kecepatan transfer data untuk 3G sama dengan CDMA, hingga 384 kbps dan 3,6 Mbps untuk HSDPA, namun sayangnya, kecepatan maksimal sangat jarang ditemui, rata-rata masih menggunakan GPRS dengan kecepatan 56-114 kbps. Untuk dapat menikmati layanan 3G dan HSDPA, pengguna juga membutuhkan biaya yang cukup mahal. Beli handset 3G atau modem HSDPA? Keduanya perlu dana yang tidak sedikit.

Mobilitas

CDMA cocok untuk pengguna yang tidak banyak mobilitasnya ke luar kota dan ingin menikmati komunikasi dengan tarif hemat. Misalnya saja kalangan pelajar atau mahasiswa. Meski demikian, tak menutup kemungkinan nomor CDMA yang digunakan tersebut, masih tetap bisa bekerja meski berada di luar kota. Untuk itu, pengguna ke nomor kode tujuan. Namun untuk saat ini, sudah ada dua operator CDMA yang memiliki lisensi mobile, sehingga bisa digunakan di luar kota tanpa harus menganti kode area terlebih dahulu.

Sudah pasti bahwa GSM bisa digunakan di luar kota. Bagi pengguna yang sering mobile, memang sangat cocok menggunakan jaringan GSM. Seperti yang telah disebutkan di atas, jaringan GSM sudah mencakup hingga ke pelosok kecamatan. Dan sebagian pengguna seluler memang memakai jaringan GSM. Juga bagi pengguna yang sering ke luar negeri, GSM memang bisa dijadikan pilihan, karena sudah bekerja sama dengan beberapa operator asing seperti Vodafone, Maxis, dan lain sebagainya.

Tarif

Pada awalnya, tarif CDMA memang lebih murah bila dibandingkan dengan tarif percakapan GSM. Demikian juga untuk akses data, juga lebih murah. Harga yang dipatok oleh operator CDMA untuk tarif percakapan relatif sama. Berkisar antara Rp 38,- s/d Rp 50,- per menit.

Mulai akhir 2007 yang lalu, operator GSM sedang gencar-gencarnya melakukan perang tarif. Hingga saat ini pun, tarif percakapan yang diberlakukan sudah sangat murah. Namun pelanggan harus mencermati mekanisme/sistem perhitungan tarif di ballik penawaran tarif murah yang ditawarkan. Misalnya, syaratnya apa saja, waktu berlakunya, tarif antar operator berapa, dan sebagainya.

Kesimpulan

Untuk memilih antara CDMA atau GSM yang akan digunakan, ada empat parameter penting yang harus dicermati. Pertama adalah segi mobilitas. Bila pelanggan tidak terlalu banyak mobile ke luar kota, atau hanya berkutat di dalam kota saja, lebih baikpilh CDMA sebagai sarana komunikasi. Namun bila sering ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, bisa memilih operator GSM dengan kerja sama internasional yang paling luas.

Faktor kedua adalah tarif, yang paling sensitif. Pilih operator yang menawarkan tarif murah serta tidak merepotkan pelanggan untuk menikmati tarif murah tersebut. Faktor ketiga adalah jumlah pelanggan. Selain tarif murah, juga perlu diperhatikan jumlah pelanggan yang dimiliki operator tersebut. Jika tarifnya sangat murah namun tidak ada lawan bicara, sama juga bohong. Faktor ke empat adalah coverage, pilih operator dengan daya jangkau jaringan yang paling luas. Hal ini agar memudahkan proses saar komunikasi berlangsung. Mudah dihubungi dan suara tidak putus-putus adalah syarat lainnya.

3 thoughts on “CDMA vs GSM

    ay said:
    30 April 2008 pukul 4:09 pm

    Ibu or bpk, minta jurnal tentang hp cdma dan gsm yang lengkap dengan quesionernya.

    mdhinodin said:
    17 November 2008 pukul 7:34 am

    halaman ini memberi kebaikan kpd saya
    dan impormasinya dapat ditingkatkan.

    achmdy said:
    7 Mei 2011 pukul 1:45 am

    pas infonya CDMA memang lebih stabil untuk internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s